Nataslabar.com – Angka-angka itu berdiri dalam bayang-bayang yang sejenak terlihat seperti ilusi yang diciptakan oleh orang-orang yang senang menggunakan logika

Terkadang angka dalam bayang-bayang itu bersatu padu menjadi alogaritma yang membuat banyak orang mau mengali kuburannya sendiri karena sulit memahami makna dari angka-angka itu.

Konon katanya angka-angka itu lahir dari kesepakatan para cendekiawan yang ingin mengetahui banyaknya harta yang ada pada mereka dan alogaritma itu merupakan hasil penyatuan angka dalam bayang-bayang oleh para cendekiawan muda yang sering bertanya mengapa walaupun tak ada apa-apa.

Angka dalam bayang-bayang itu terkadang membuat banyak orang pusing bukan kepalang namun tanpa angka-angka itu kita hannyalah spesies yang tak ada artinya serta terus  berpindah tempat demi mencari hal yang kita sebut makanan.

Ruteng, 21 September 2021

Baca juga:Kemarin; Antologi Puisi Maria Arista Sri Claudia

Biarkan Aku Menjadi Tuanmu

Jika kau tak tersenyum lagi berdoalah saja karena kau hanya ber-Tuhan tetapi tidak bertuan atau entahlah mana mungkin gadis semanis dan seindah dirimu tak bertuan.

Mungkin senja yang tadinya terdiam akan tersenyum manis melihat kecantikanmu yang tak lekang oleh waktu walaupun ia berputar dengan sangat cepatnya menunggu orang-orang yang akan berpulang kembali ke Nirvana.

Andai Tuhan tahu bahwa ada wanita secantik dirimu di dunia yang sedang tak tahu arah ini mungkin dunia ini tak lagi kehilangan jati dirinya seperti dahulu.

Namun andai aku dapat menjadi tuanmu walau hanya sedetik akan kubuat waktu sedetik itu menjadi waktu paling berharga bagiku yang terus kuingat walaupun ragaku harus kembali menjadi lempung tanah dan jiwaku harus terbang entah ke mana tapi kenangan itu akan selalu diingat dalam aksara runyam ini.

Ruteng,30 Juli 2021

Baca juga: Nikah; Antologi Puisi Delon Saputra

Fonem E

Fonem e adalah engkau yang selalu merindu di antara aksara-aksara runyam yang selalu hadir dalam mimpimu malam itu.

Aksara-aksara itu dilantunkan dalam nada merdu yang kau ciptakan di sela-sela doamu yang paling khusuk walaupun nestapa yang tak tahu datangnya menghampirimu.

Doa-doa itu menjelma rindu dan kenangan yang terus mengisi relung hatimu yang paling dalam serta menemani mimpi indahmu malam ini.

Ruteng, 25 Agustus 2021

Oleh: Saputra Nabur, penulis merupakan siswa kelas XII SMAK Setia Bakti, Ruteng. Sebelumnya penulis mengenyam pendidikan di Seminari Pius XII Kisol selama kurang lebih 5 tahun. Beberapa kali menjadi penulis terbaik dalam lomba cipta puisi nasional yang diselenggarakan oleh penerbit Jendela Sastra Indonesia. Penulis juga sangat menyukai dan menikmati karya-karya Pramoedya Ananta Toer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here