Nataslabar.comKepala sekolah dan guru jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) se-kecamatan Satarmese mengikuti workshop kurikulum merdeka, di SDI Iteng 1, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai pada Kamis 25/08/22.

Kegiatan ini diikuti oleh 36 kepala sekolah jenjang SD, dan guru yang mengajar kelas 1 dan kelas 4 dari masing-masing sekolah yang diundang, berjumlah 104 orang sehingga totalnya 140 peserta. Workshop berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 25-26 Agustus.

Koordinator Pendidikan Kecamatan Satarmese, Fransisikus Jebau, S.Pd dalam keterangannya menyampaikan kalau workshop IKM tersebut program kerja dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten Manggarai.

“Workshop IKM ini adalah program kerja dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kabupaten Manggarai sebagai bentuk mempersiapkan seluruh sekolah dan para guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran yang sejalan dengan konsep kurikulum merdeka” ujarnya.

Fransiskus juga menjelaskan kalau tujuan kegiatan tersebut untuk mempercepat pemulihan pembelajaran pasca dua tahun tertinggal dampak dari pandemi.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat pemulihan pembelajaran selama ini kurang lebih dua tahun terjadi learning loss ketertinggalan pembelaran. Mempercepat informasi berkaitan perubahan perkembangan kurikulum, ya jangan sampai kita di kecamatan Satarmese ini menjadi tertinggal berkaitan kurikulum merdeka berlajar ini. Walaupun pada pelaksanaannya tahun ini belum semua sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka” jelasnya lebih lanjutnya.

Adapun materi-materi yang diberikan pada kegiatan workshop ini antara lain; Kebijakan Kurikulum Merdeka, Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar, Platform Merdeka Mengajar, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta diskusi, presentasi hasil kerja.

Kepala Sekolah dan Guru Jenjang SD se-Kecamatan Satarmese Mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka
Peserta Workshop, Foto: Dok Kelompok Jurnalistik SMPN 1 Satarmese

Salah satu narasumber kegiatan IKM, Yuvensius Tarong, S.Pd.,Gr menjelaskan workshop diadakan untuk implementasi kurikulum merdeka.

“Kegiatan ini adalah workshop implementasi kurikulum merdeka tingkat sekolah dasar se-kecamatan Satarmese. Ada beberapa hal yang kami laksanakan terkait workshop ini. Yang pertama adalah terkait struktur kurikulum merdeka, bagaimana bapak/ibu kepala sekolah menyusun atau mengembangkan yang namanya KOSP (Kurikulum Operasional Standar Pendidikan) di sesuaikan dengan satuan pendidikan. Bagaimana bapak/ibu guru menyusun atau menggembangkan CP (Capaian Pembelajaran) menjadi ATP (Alur Tujuan Pembelajaran). Berkaitan dengan kegiatan di hari yang kedua ini bersama bapak/ibu guru dan kepala sekolah coba mempresentasikan hasil diskusi mereka terkait KOSP dan CP, sehingga pada sesi yang terkahir nanti bagaimana bapak/ibu guru menyusun yang namanya modul ajar dan juga proyek penguatan profil pelajar pancasila”. jelasnya

Lebih lanjut ia menjelaskan metode yang digunakan pada workshop ini adalah pemaparan materi, setelah itu presentasi dan dilanjutkan dengan diskusi.

“Yang kami gunakan dalam kegiatan ini adalah pertama kami mempresentasikan materi, kemudian diberi ruang untuk berdiskusi  yaitu kami sebagai fasilitator yang mendampingi bersama teman-teman kepala sekolah, bapak/ibu guru berdiskusi menemukan  titik terang terkait dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka nanti pada satuan pendidikan mereka masing-masing.” Terangnya.

Kepala SDI Tal ini lebih lanjut menjelaskan kalau di Manggarai sudah 117 sekolah yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka.

“Secara data di Kabupaten Manggarai baru 117 sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka, tapi kami di Satarmese ini mempunyai harapan yang sama, kemauan bersama untuk sama-sama belajar terkait implentasi kurikulum merdeka ini, walaupun secara administrasinya belum memberlakukan kurikulum merdeka di satuan pendidikan, tetapi kami sudah memulai untuk belajar bersama terkait kurikulum merdeka ini”. Jelasnya.

Sementara itu Kepala SD Katolik Paka, Melkior Randung, S.Ag salah satu peserta kegiatan menyampaikan terima kasih atas materi-materi pelatihan workshop selama 2 hari ini.

“Terus terang kegiatan ini sangat bermanfaat dan sedikit memberikan pencerahan bagi kami kepala sekolah dan guru-guru untuk dapat mempersiapkan program kerja sekolah sesuai dengan acuan kurikulum merdeka. Baik itu kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler. Harapannya setelah kegiatan ini kami dapat menerapkan kurikulum merdeka belajar, walaupun masih banyak kendala seperti media pembelajaran, buku dan modul ajar. Setelah ini dalam waktu dekat saya akan mengagendakan rapat dewan guru untuk merumuskan semua itu”. Tutupnya.

Kepala Sekolah dan Guru Jenjang SD se-Kecamatan Satarmese Mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka
Salah satu peserta kelompok Jurnalistik pada saat mewawancarai Narasumber. Foto: Dok Kelompok Jurnalistik SMPN 1 Satarmese

Pada kesempatan yang sama penyelenggara kegiatan IKM menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas PPO, Sekretaris Dinas PPO dan 2 narasumber lainnya yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk berbagi dengan peserta workshsop. Rekan-rekan pengawas serta secara khusus kepala sekolah dan para guru yang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Harapannya semoga kegiatan ini akan memberikan dampak perubahan pada satuan pendidikan bapak/ibu masing-masing.*

Adapun narasumber dalam kegiatan IKM ini adalah pertama Kepala Dinas PPO Kab. Manggarai (Fransisikus Gero, S.Pd) dengan materi Kebijakan Kurikulum Merdeka, kedua Sekretaris Dinas PPO Kab. Manggarai (Wenseslaus Sedan, S.Pd.,M.Si ( Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar), Fransiskus Malen, S.Pd dan Yuvensius Tarong, S.Pd.,Gr.*

Kontributor : Kelompok Jurnalistik SMPN 1 Satarmese

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here