Nataslabar.com– Tanah kembali bercengkrama dengan hadirnya hujan di kala senja saat itu.

Dan segala kisah tentangnya kini menyeruak…

Aku terpaku sesaat dia datang menyapaku dengan lembut!

Aneh saja,

Mengapa dia datang begitu saja?

Rindu!

Datang bersama rinai hujan…

Para pencandu kini berkelana tak beralasan.

Entahlah! Memilih untuk berjumpa temu ataukah terus merasa takut untuk menyapa…

Rasanya begitu suram saat semua sudah bertemu

Baca juga:Maaf

Ingin kata bersua dalam sapaan.

Namun, tak sempat aku bersuara, diam itu kembali membuat aku terpaku di depannya!

Detak jam di dinding pun kembali menyadarkanku

Tentang  penantian.

Dan  kembali menjadi pencandu rindu….

Oleh:  Marselina Ndahul, Penulis adalah mahasiswa Komunikasi di Universitas Nusa Cendana Kupang. Ia bergabung di Komunitas Santo Andreas Borong.*

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here